Membangun dan Memasuki Rumah Baru
MEMBANGUN DAN MEMASUKI RUMAH BARU
MAKALAH
Dikerjakan dalam Rangka Diskusi Mata Kuliah Isbut
Disusun Oleh:
NAMA NIM
Dosen Pengampu:
Dr. Zainal Efendi Hsb, M. A
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PADANGSIDIMPUAN
2020
DAFTAR ISI.................................................................................................. i
A. Latar Belakang....................................................................................... 1
B. Maksud membangun dan memasuki rumah baru.............................. 1
C. Upacara membangun dan memasuki rumah baru. .............................2
D. Pandangan islam tentang membangun dan memasuki
rumah baru............................................................................................. 4
E. Penutup.................................................................................................... 5
1. Kesimpulan........................................................................................ 5
DAFTAR PUSTAKA............................................................................ 6
A. Latar Belakang Masalah
Adat istiadat[1] sebagai ikatan hubungan kerja sama secara terbuka dalam berbagai kegiatan sosial bermasyarakat. Adat istiadat sebagai warisan leluhur yang berfungsi menjaga hubungan sosial kemasyarakatan agar leebih beradab dan tertib. Eksistensi adat istiadat hingga kini masih pedoman yang melekat dan diyakini oleh masyarakat adat dan berbagai suku di indonesia.
Masyarakat adat di luhak angkola sebagai salah satu etnik batak yang berada di Sumatra Utara masih memedomi adat istiadat dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Masyarakat angkola yang dikenal relegiutas pada umumnya beragama islam, tetapi adat istiadat masih tetap digunakan.
Masyarakat adat angkola melakukan upacara adat mangupa sebagai bentuk kepercayaan adat atas peristiwa peruntungan (upacara bergembira (siriaon), dan upacara musibah (siluluon). Performansi upacara upacara mangupa untuk peruntungan ada 5 yaitu:
1. Upacara kelahiran anak (hasosorang ni daganak)
2. Upacara perkawinan (pabagas boru atau patobang daganak)
3. Lepas dari marabahaya
4. Tercapai niat
5. Memasuki rumah (masuk bagas naimbaru).
B. Maksud Membangun dan memasuki Rumah Baru
Sebelum membangun rumah baru atau ketika ingin berencana membangun rumah baru, hal ini harus diberitahukan kepad tulang (saudara laki-laki dari istri si bapak), ini dilakukan untuk meminta do’a restu dari tulang, dan seorang tulang memiliki peran penting dalam satu keluarga.
Selain itu, dalam hal pemberitahuan kepada tulang adalah ketika dalam pembangunan rumah barutulang harus memberikan kuda-kuda atau atap untuk memulai pembangunan rumah. Jika keadaan ekonomi dari tulang tidak mampu, maka tulang diperbolehkan hanya membeli selembar (tidak semua) atap. Untuk itu pula kehadiran tulang dalam mendirikan kuda-kuda harus ndiwajibkan.
Kemudian Dalam acara memasuki rumah baru, yang punya rumah (suhut) akan mengundang teman semarga, dongan sahuta (teman sekampung), boru (pihak perempuan yang semarga dengan yang empunya rumah/suhut), hula hula (keluarga yang semarga dengan pihak istri), tulang (paman) dan pariban (perempuan yang semarga dengan boru istri yang punya rumah).
Acara memasuki rumah tidak hanya sebagai acara adat belaka yang dilakukan begitu saja, namun diluar daripada itu acara “mamongoti bagas” mengandung nilai kearifan lokal yang mencerminkan nilai-nilai budaya yang sangat penting untuk digali yang dapat dipergunakan atau dimanfaatkan untuk mengatur tatanan kehidupan masyarakat secara arif atau bijaksana.[2]
C. Upacara membangun dan memasuki rumah baru
Dalam upacara membangun dan memasuki rumah baru, hal-hal yang perlu di dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Mnauruk bagas
Dalam hal ini, keadaan rumah manuruk adalah rumah yang belum sepenuhnya selesai tapi harus dengan alasan tertentu. Hal yang perlu diberitahu untuk acara ini hanya kakak, adik dan anak (satu keluarga saja). Tulang diberitahu jika ada niat untuk melakukan penyelesaian rumah darurat tersebut.
2. Mangapi-api i
Dalam hal ini, kondisi belum secara keseluruhan selesai, masih ada penyelesaian disisi lain bangunan rumah tersebut. Ketika acara ini berlangsung, yang perlu di undang adalah keluarga kecil saja di tambah tukang (pande) dan jika memungkinkan mengundang juga orang yang di tua kan ditempat rumah tersebut.
3. Memasuki rumah
Dalam hal ini kondisi rumah sudah sepenuhnya selesai, yang awal mula pembangunan rumah dihadiri tulang dan memberikan do’a untuk kelancaran pembangunan rumah beserta tukang (pande) untuk acara ini perlu di undang tulang, tulang rorobot, hula- hula (tulangnya ibu, bukan saudara laki-laki kandung ibu), dalam acara ini harus dihidangkan makanan yang dibertikan ke tulang beserta hula-hula.
Demikian prosesi membangun dan menempati rumah baru mulai dari awal hingga akhir yang diikuti dengan acara adat istiadat tapanuli selatan.
Upacara mamgupa merupakan salah satu upacara adat yang berasal dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Upacara ini bertujuan untuk mengembalikan tondi kebadan dan memohon agar selalu selamat, sehat, murah rezeki dalam kehidupan. Upaya memanggil tondi dilakukan dengan cara menghidangkan perangkat pangupa dan nasehat pangupa (hata pangupa) yang disusun secara sistemmatis dan ilakukan oleh berbagai pihak yang terdiri dari orang tua, raja-raja, dan pihak-pihak adat lainnya.
Ada tiga kondisi dimana upaca mangupa dapat dilaksanakan yaitu salah satunya yaitu mamasuk bagas nabaru atau memasuki rumah baru atau marbokkot bagas.[3]
Yang pertama dilakukan dalam memasuki rumah baru adalah yang memasuki secara adat
4. Kerja yang mengadakan adat memasuki rumah baru:
a. Pihak laki-laki datangi tulang bapak yang bersangkutan untuk menyampaikan maksud dan tujuan dengan memberikan sirih serta ayam yang telah diatur.
b. Begitu juga kepada mertua laki-laki.
c. Menjumpai pihak perempuan untuk menyampaikan maksud dan tujuan dengan memberikan ayam yang telah diatur tersebut.
5. Bahan-bahan yang perlu disediakan pihak laki-laki yaitu:
a. Tebu yang layu mempunyai daun, pisang yang masak untuk digantungkan di rumah, ayam yang di disediakan yang diberikan kepada tulang bapak dan tulangnya mama laki-laki.
b. Ayam yang diatur diberikan kepada pihak laki-laki disertai ulos dan beras.
c. Kepada pihak mertua laki-laki yang disediakan adalah ayam yang telah di atur, ikan, sayur.
d. Saudara laki-laki juga memberikan makanan seperti yang dilakukan tulangnya bapak dengan mertua laki-laki kepada pihak perempuan.
6. Pelaksanaan kerja
a. Sebelum kerja dilakukan benakli sesuai dengan kebutuhannya.
b. Pada pagi hari berangkatlah pihak laki-laki dengan laki-laki saudara perempuan kerumah baru, pihak laki-laki beras ½ kaleng, tebu pisang yang masak. Tulang bapak membawa beras. Perempuanmembawa perangkat sirih dan perangkat dapur.
c. Setelah sampai rombongan di depan pintu, orangtua dari pihak laki-laki, pihak tulang, pihak mertua laki-laki, dan saudara dekat, di depan pintu diberikan pihakl laki-laki kepada pihak tulang yaitu supaya pintu dibuka berdasarkan kunci yang diberikan pihak laki-laki.
d. Membuka pintu sering juga dilakukan pihak tulang “kubukalah rumah yang bertuah ini yang memegang semua pengisi, setelah itu pintu terbuka masuklah pihak perempuan yang ditentukan untuk memberkati serta pihak laki-laki. Saudara pihak laki-laki saudara perempuan masuk ke rumah langsung kedapur (pihak perempuan memberkati dapur sampai kamar/dapur, pihak tulang menanam padang togu pada tempat masakan).
Setelah acara di dapur, serta melihat-lihat keadaan rumah kembalilah rombongan kepada tempat semula dan meletakkan apa yang dibawa pada tempat yang lebih tinggi serta tikar dibentangkan oleh pihak perempuan khusus tempat duduk laki-laki, pihak tulang mempersilahkan pihak laki-laki duduk setelah itu diberi beras dan diteruskan mertua laki-laki serta pihak laki-laki dan pihak orang tua dari pihak laki-laki. Setelah selesai di beri beras diaturlah tempat duduknya disamping pihak laki-laki adalah pihak orang tuanya, disebelah kanan pihak tulang, pihak mertua laki-laki dan sebelah kiri adalah pihak perempuan
7. Acara adat
a. Diberikan orang tua laki-lakilah ayam yang diatur (supaya teratur) kehidupan diberkati Tuhan serta tebu dan pisang maksudnya supaya terang perasaanya, mudah pencaharian, serta semakin tua semakin manis.
b. Diberikan pihak laki-laki tebu, pisang kelapa kepada orang tua pihak laki-laki (yang diberikan didalamnya suatu piring).
c. Diberikan lagi kepada pihak saudara perempuan (ayam yang diatur).
d. Menyampaikan makanan saudara pihak perempuan (ayam yang diatur).
e. Makan bersama
f. Setelah makan berjalanlah sirih tersebut.
g. Selesai memberi nasehat atau memberi kata pemberkatan yang diketahui pihak tulang, mertua laki-laki, pihak saudara, serta diikuti dengan memberikan ulos kesenangan hati mereka kepada pihak laki-laki.
D. Pandangan Islam tentang terhadap membangun dan memasuki rumah baru
Memiliki rumah adalah impian setiap orang , untuk itu kita patut bersyukur , karena rumah adalah ni’mat yang allah berikan kepada setiap hambanya.
1. Bersyukur kepada Allah SWT setelah memiliki rumah
Bentuk rasa syukur yang ketika menempati rumah baru bisa diwujudkan dengan berbagai cara, diantaranya dengan mengadakan acara syukuran sekaligus mengadakan pengajian dengan tetangga sekaligus.
2. Bersilaturahmi dengan tetangga sekitar
Jangan lupa untuk bersilaturrahmi denegan tetangga sekitar apabila baru pindah rumah. Dalam islam peran tetangga disebut sebagai orang terdekat layaknya keluarga sendiri.
3. Membershkan rumah ketika baru pindah
Kebersihan adalah bagian yang sangat terpenting dalam islam. Rumah yang bersih bisa menjadi berkah bagi penghuninya baik dalam keseharian maupun dalam beribadah.
Apalagi sebuah rumah baru, tentu harus dibersihkan terlebih dahulu agar nyaman ditempati.
4. Tak memajang benda-benda yang bersifat syirik
Di dalam kehidupan sehari-hari di rumah, perbuatan syirik juga bisa muncul dalam bentuk barang-barang pajangan rumah.
5. Memperbanyak ibadah untuk menghiasi rumah baru
Amalan yang dimaksut tersebut adalah seperti shalat dan juga memperbanyak baca Al-Quran.
F. Penutup
1. Kesimpulan
Sebelum membangun rumah baru atau ketika ingin berencana membangun rumah baru, hal ini harus diberitahukan kepad tulang (saudara laki-laki dari istri si bapak), ini dilakukan untuk meminta do’a restu dari tulang, dan seorang tulang memiliki peran penting dalam satu keluarga.
DAFTAR PUSTAKA
https://hkairalblogstar.blogspot.com /2018. Diakses pada hari rabu 02 Desember 2020. Pukul 23:55 WIB.
Takari Sinar, T.S, M. 2014. Teori dan Metode untuk Kajian Tradisi Lisan. Medan:Mitra.
Tim Redaksi KBBI. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Gramedia Pustaka.
[1] Tim Redaksi KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2008, )hlm. 6.
[2]Sinar, T.S, M.Takari, Teori dan Metode untuk Kajian Tradisi Lisan. (Medan:Mitra, 2014), hlm. 95.
[3]https://hkairalblogstar.blogspot.com /2018. Diakses pada hari rabu 02 Desember 2020. Pukul 23:55 WIB.
Komentar
Posting Komentar