Moderasi dan harmoni beragama dalam surat tumbang holing batak angkola: Analisi Artikel bagian 1, 2 dan 3 Nur Hapipah
Analisis Bagian 1
Moderasi sudah ada sejak awal islam dan muncul dari luar indonesia sehingga menimbylkan banyak
Pemahaman. Sebagai ummat islam masyarakat merupakan ummatan wasatotan dan juga rohmatan lil’alamin.
Dalam hal ini tumbang holing batak meliputi dalihan natolu dalam surat tumbaga holing tersebut dan kedudukannya sangat berperan dalam upacara adat mangupa. Yang dimana upacara tersebut dilakukan sebagai tanda syukur kita atas trhindarnya dari mara bahaya.
Analisis bagian II
Suku Angkola-mandailing berasal dari wilayah kabupaten Tapanuli Selatan hingga tahun 2008 mengalami pemekaran wilayah menjadi 5 kabupaten, yakni: kabupaten tapanuli selatan, kota padang sidimpuan, kabupaten padang lawas, kabupaten padang lawas utara, dan pahae.
Budaya etnis angkola-mandailing m,emadukan tradisi dan agama “hombardo adat dohot ugamo” juga diungjapkan dengan kata-kata “hombardo adat dohot ibadat”.
Orang batak memiliki warisan budaya yang bernilai luhur dan memiliki fungsi yang mendalam dan sangat berguna dalam kehidupan bermasyarakat orang batak.
Analisis bagian III
Sistem kekerabatan dan kerukunan yang menjadi hal utama pada masyarakat angkola, dimulai dari ikatan perkerabatan keluarga daligan natolu “akrab serasih kasih sayang saling menghormati”
Dalihan natolu merupakan hal yang pada kehidupan kekerabatan orang batak, begitu juga batak angkola.
Komentar
Posting Komentar